Kamis, 20 Februari 2014

PHP ? salah siapa ?

Akhir akhir ini sedang nge trend kata php . emm apa sih php itu sendiri . yuk kita bahas disini .PHP adalah kepanjangan dari Pemberi Harapan Palsu.Ini berkaitan dengan masalah percintaan remaja. Jadi salah satu pihak merasa hatinya di permain 9kan den9gan di PHP tersebut. sebenarnya PHP salah siapa sih ?

Jangan dengan mudah meng judge orang sebagai Pemberi Harapan Palsu. Bukan pelakunya yang memberi harapan, mungkin korban nya yang terlalu ke pedean :p. Atau bisa juga si pelaku tidak sengaja atau terbawa arus.
Mmm jadi begini kita misalkan pelaku sebagai Ratna dan korban sebagai Soni. Ratna orang yang baik, ramah kepada semua orang, tidak pilih pilih teman. Soni sering menhubunginya misal lewat telpon atau BBM . Ratna menanggapi dengan biasa. Hingga akhirnya mereka semakin sering berkomunikasi dengan penuh canda dan gurauan yang khas. Tapi Soni berharap lebih dan Ratna menganggap biasa saja.
Nah, disini lah tahap yang sangat berbahaya. Soni mencoba mengajak Ratna jalan, dan Ratna yang baik hati tentu akan sungkan jika menolak dan dia berpikir "ah hanya jalan". Ketika mereka mulai jalan berdua disinilah Soni merasa di beri harapan tanpa adanya maksut Ratna memberi harapan. Dan semakin lamasemakin dekat, hingga kemudian Ratna sadar bahwa hubungan mereka lebih dari normal. Dan dia sadar bahwa Soni berharap lebih. Disini Ratna mulai pada tahap galau antara tetap enjoy dengan hubungan ini dan membawa Soni semakin jauh padahal dia tidak ada rasa atau niat menjalin hubungan dengan Soni , atau melepas Soni tapi tidak tau bagaimana caranya dan mulai dari mana dan tentu saja dia akan merasa sangat tidak enak.

Sampai disini sudah ada gambaran kan bagaiman PHP bisa terjadi ?Jadi jangan semata mata menyalahkan pihak pelaku, Ratna sebenarnya ingin tetap berteman tapi tidak lebih , sedamngkan Soni hanya ingin lebih dari teman atau tidak sama sekali. Jadi siapa yang egois? Tidak mencapai keinginan hatinya dan berteriak "Dasar tukang PHP!"

original posted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar